WHITE CAMELLIA
ALBA PLENA
WHITE CAMELLIA
ALBA PLENA
Perjalanan menuju Gaujacq, sebuah desa di bagian barat daya Prancis. Di tempat ini, ahli botani Jean Thoby mengawasi perkebunan bunga ikonik CHANEL: camellia alba plena, yang dipilih dari antara 2.000 spesies camelia.
Perjalanan menuju Gaujacq, sebuah desa di bagian barat daya Prancis. Di tempat ini, ahli botani Jean Thoby mengawasi perkebunan bunga ikonik CHANEL: camellia alba plena, yang dipilih dari antara 2.000 spesies camelia.
Bunga CHANEL
Kisah CHANEL dan camelia putih bermula pada tahun 1913 ketika Mademoiselle Chanel menyematkan camelia putih pada sebuah sabuk. Tidaklah mengherankan jika Mademoiselle Chanel terpikat pada kesederhanaan, bentuk grafis, kemurnian, dan semangat yang tangguh bunga tersebut (camelia dapat mekar pada musim dingin). Ia memilih camelia, bunga kesukaannya, sebagai simbol CHANEL.
Para ilmuwan CHANEL tertarik pada kemampuan camelia yang mampu menahan dinginnya musim dingin. Setelah melakukan penelitian mendalam pada beberapa jenis camelia di laboratorium, CHANEL menemukan bahwa Camellia alba plena mampu memproduksi molekul aktif pelembap yang luar biasa.
Wilayah barat daya Prancis memiliki kondisi ideal untuk perkebunan camelia. Kerja sama antara CHANEL dengan ahli botani Jean Thoby dimulai tahun 1998.
${exfoliation}
${regeneration}
DIPANEN SECARA MANUAL
Mekar pada musim dingin, camelia putih yang tidak beraroma merupakan tanaman yang tangguh. Namun, bunga-bunganya ringkih sehingga harus dipetik dengan tangan. Kebun bibit berdekatan dengan seratus pohon camelia, yang semuanya dipelihara dengan perhatian dan perawatan tinggi. Agar dapat mekar pada musim dingin, ragam musim menjadi kunci dalam praktik pertanian alaminya.
TBunga dipetik satu per satu, lalu dimasukkan dalam keranjang demi mencegah kemungkinan terjadinya pembusukan. Seusai dipetik dan ditimbang, bunga-bunga segera dibekukan agar kandungan bahan-bahan aktifnya tetap 100% sebelum dikirim ke laboratorium.
“Segala sesuatu yang dilakukan di sini bersinergi dengan alam. Dialah yang mengatur semuanya.”
TETES DEMI TETES
Demi memelihara bahan-bahan aktif camelia, CHANEL menggunakan teknologi mikrofluida. Karena mampu menciptakan mikrodroplet dari bahan-bahan aktif dalam suatu formula, teknologi revolusioner ini memiliki peran penting dalam lahirnya lini produk HYDRA BEAUTY. Mikrodroplet camelia seketika menyatu dengan kulit. Saat pemakaian, setiap tetesan mengeluarkan daya pelembap dan penyegar dari ekstrak Camellia alba plena.
Camellia micro-droplets instantly become one with the skin. On application, each drop releases all the hydrating and replenishing power of Camellia alba plena extract.
TEMUKAN PRODUKHYDRA BEAUTY MICRO SÉRUM
Dengan konsentrasi tinggi mikrodroplet camelia, serum mikro pertama ini membuat kulit tetap lembap dan terasa lebih bugar. Teksturnya menjadi segar dalam siraman kenikmatan sensoris.